Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-05 09:31:38【Tempat Makan】914 orang sudah membaca
PerkenalanBanjir di Pandeglang akibat luapan Sungai Ciliman setelah dilanda hujan intensitas sedang hingga leb

Pandeglang (ANTARA) - Sebanyak 526 unit rumah di Kabupaten Pandeglang, Banten terdampak banjir akibat luapan sungai Ciliman setelah dilanda hujan intensitas sedang hingga lebat di daerah itu.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadaman Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati di Pandeglang, Rabu, mengangakan masyarakat yang terdampak banjir itu di sejumlah desa di Kecamatan Angsana dengan ketinggian air berkisar 30-50 sentimeter.
Baca juga: Mensos salurkan bantuan untuk banjir Pandeglang naik perahu karet
Masyarakat yang terdampak banjir itu hingga kini belum menerima laporan adanya warga yang mengungsi.
Sebab, banjir setinggi 50 sentimeter masih relatif aman dan masyarakat bisa tinggal di rumah yang terendam air.
Namun demikian, pihaknya sudah melakukan penyaluran logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana alam.
Penyaluran logistik itu berupa bahan pokok, aneka makanan ringan, air kemasan, mie, sarden dan lainnya.
Berdasarkan data BPBD PK Pandeglang jumlah warga yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Angsana tercatat 526 rumah dan 2.104 jiwa.
"Kami minta masyarakat agar tetap waspada banjir susulan, karena curah hujan beberapa hari ke depan masih berpeluang," kata Lilis.
Baca juga: Tiga kecamatan di Pandeglang tergenang banjir
Baca juga: BNPB: 16 desa terdampak banjir di Kabupaten Pandeglang
Sementara itu, Nurdin, warga Desa Pada Mulya Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang mengangakan pihaknya kini bersama keluarga waspada banjir susulan, karena curah hujan masih tinggi dan berpeluang kembali luapan Sungai Ciliman.
"Kami saat ini tengah menyelamatkan perabotan rumah tangga agar ngak terendam air banjir," katanya.
Suka(4)
Sebelumnya: Dari PPKD Jaksel menuju ke Negeri Sakura
Selanjutnya: Komnas HAM pantau masalah MBG, ingatkan pangan
Artikel Terkait
- Jangan sepelekan campak, pahami gejala hingga pencegahan yang tepat
- BGN tegaskan menu MBG ngak boleh gunakan bahan pabrikan
- BBPOM Makassar beberkan hasil penggeledahan toko kosmetik di Sidrap
- BGN ingatkan SOP pengolahan bahan baku MBG untuk cegah keracunan
- Literasi bisnis dinilai penting tingkatkan daya saing pelaku ekraf
- 12 SPPG yang langgar SOP siap beroperasi kembali
- Pemuda berperan tingkatkan kesehatan bangsa melalui terapi sel punca
- Stroke di usia muda bertambah dipengaruhi beban kerja tinggi
- KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat
- Sepak bola harus jadi kesenangan saat usia 9–14 tahun
Resep Populer
Rekomendasi

Kiat cerdas hemat biaya bulanan, manfaatkan gratis biaya admin

Wilayah Caoxian di China Timur jadi pusat ekonomi hewan peliharaan

Mo Mo si Gajah rayakan ulang tahun ke

KBRI Beijing sambut 700 mahasiswa baru RI: "Kalian jembatan RI

Kalteng pastikan dukungan penuh keberlangsungan program Sekolah Rakyat

Polres Ponorogo bangun tiga dapur SPPG dukung program MBG

Dampak Luapan Banjir antara Stasiun Alastua

SPPG Asei Besar layani 35 sekolah wilayah pesisir Kabupaten Jayapura